FOKUSLAH PADA TUJUAN

Sumber : kisah seorang kawan

Saya punya cerita berdasarkan kisah nyata. Ini adalah cerita tentang 2 orang kawan lama saya di kampung. Sebut saja namanya Wawan dan Anto. Mereka berdua sejak kecil bercita-cita bahkan terobsesi untuk menjadi “Jawara”. Kemudian keduanya mengikuti sebuah perguruan beladiri yang sama, termasuk saya juga ikut waktu itu. Bedanya kalau mereka berdua belajar beladiri untuk mengejar citi-cita sebagai “jawara”, sedangkan saya hanya sekedar untuk berolahraga dan bersosialisasi.

Baiklah sekarang kita fokus pada cerita 2 orang kawa saya tadi. Sebagaimana kita ketahui, mereka memiliki cita-cita yang sama, mengambil langkah yang sama, bahkan segala hal sering mereka lakukan bersama terutama tentang hal-hal yang berhubungan dengan beladiri. Kebetulan rumah mereka juga bersebelahan.

Singkat cerita, kebetulan belum lama ini saya sempat pulang kampung dan mendapatkan berita bahwa si  Wawan berhasil menjadi Juara 2 pertangdingan beladiri (Full Body Contact) se Jateng/DIY. Dia yang saat ini berprofesi sebagai seorang anggota Satuan PEngamanan, juga sering mendapatkan “order” sebagai pengawal pribadi beberapa pejabat atau pengusaha di sekitar Jateng/DIY. Bahkan pernah suatu hari, sebagaimana kisah dunia persilatan dalam film/sinetron, dia mendatangi seorang preman yang sudah cukup terkenal didaerah saya, yang katanya juga seorang “jawara” untuk beradu ilmu. Tetapi ternyata belum satu juruspun dikeluarkannya, preman tersebut sudah mengaku takluk. Mendengar cerita tersebut saya jadi ingat cita-citanya waktu masih kecil, mejadi “jawara” kini sudah tercapai.

Lalu bagaimana dengan Anto? Kini dia ga lebih dari sekedar preman kampung udah gitu kelas teri lagi. Bagaimana tidak, dengan kemampuan beladiri yang baru secuil sudah berlagak bak seorang jagoan. Malak sana malak sini, tapi kalau pas apes dan ketemu sama orang yang berani dan lebih kuat malah babak belur.

Lho kok bisa? Bukannya mereka punya cita-cita sama, juga mengambil langkah yang sama. Kok hasilnya beda? Setelah ditelusuri ternyata perjalanan Wawan untuk menjadi  “jawara” tidaklah semudah menceritakannya. Wawan benar-benar fokus dengan tujuannya. Karena fokus, dia juga tahu atau mencari tahu bagaimana cara, langkah, dan kiat untuk mencapainya. Dengan rajin dia dating ke tampat latihan secara rutin. Sampai di rumah diulangnya lagi pelajaran atau jurus-jurus baru yang dipelajarinya di tempat latihan. Berkumpul dan bertukar pikiran dengan senior serta guru-gurunya. Bahkan menjadwalkan latihan khusus diluar perguruannya untuk meningkatkan kemampuannya.

Sedangkan Anto memamg memiliki cita-cita untuk menjadi “jawara”, tetapi dia sama sekali tidak fokus. Tidak fokus bagaimana? Memang pada awalnya mereka berdua mengambil langkah yang sama, tetapi dalam perjalanan, mereka kemudian terpisah. Rupanya Anto tidak setekum Wawan. Datang ketempat latihan saja malas, apalagi mengulag pelajaran. Anto merasa cepat puas dengan pencapaiannya. Dia merasa sudah paling hebat saat mencapai “sabuk hitam”. Sedangkan Wawan terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya, dan selalu merasa haus ilmu, merasa masih belum ada apa-apanya.

Dari cerita ini saya memperoleh pelajaran, bahwa jalan menuju kesuksesan itu ada. TEtapi jalan tersebut bukanlah jalan yang mudah. Jalan itu terjal, berliku, dan mendaki, bahkan adakalanya berupa gurun pasir gersang yang luas. Tetapi dengan tetap fokus pada tujuan, serta selalu meningkatkan diri dengan segala pengetahuan tentang hal tersebut, maka tujuan kita tidak mustahil untuk kita capai.

Salam

Keira

Sumber : forum_ea@yahoogroups.com

Dalam 2 minggu terakhir ini,saya asyik mengikuti serialnya bung Markus Tan (Trainers Club) tentang “18 Rahasia Keberhasilan Anthony Robbins”, di mana pada episode terakhir, terekspos suatu peristiwa tentang seorang nenek yang mau membiayai Anthony Robbins (AR) senilai $10.000 untuk belajar NLP.  Jelas bahwa dari peristiwa inilah kemudian AR dapat meraih kesuksesannya.

 

Petikan kisah itu mendatangkan 2 pertanyaan dari bung Adhy Trisnanto, yang rupanya tergelitik oleh jalan cerita tokoh-tokoh sukses.  Pertama, kenapa ada peristiwa yang terjadi seperti KEBETULAN – sebagaimana yang dialami AR –  kok bisa ada seorang nenek yang begitu baik hati memberi uang dalam jumlah besar tanpa kejelasan apa manfaatnya bagi diri sang nenek sendiri.

Kedua, dalam hal kesuksesan seperti yang dicapai oleh AR atau Sylvester Stallone, bung Adhy juga mempertanyakan, mengapa si A (orang-orang tertentu) bisa sukses, sedangkan si B (orang-orang lainnya) tidak?  Padahal mereka semua sama-sama berusaha dengan semangat menyala-nyala dan sama-sama berkemauan gigih memburu kesuksesan? 

Dalam jawabannya, bung Markus mengakui bahwa memang ada hal-hal yang sulit dijelaskan tentang hal itu, yang olehnya disebut sebagai “faktor x”. 

Dear sis & bro, kalau kita mau lebih jeli, “faktor x” yang lebih mirip  “faktor kebetulan” atau “faktor keberuntungan” seperti dialami AR saat bertemu si nenek baik hati tadi, sebenarnya juga dialami oleh hampir semua orang sukses lainnya.   

Kolonel Sanders, mungkin tidak akan kita kenal melalui restoran ayam goreng Kentucky Fried Chicken, kalau tidak bertemu dengan “orang sinting” yang merupakan orang keseribu sekian yang ditawari resep masakan oleh sang kolonel (setelah seribu orang lainnya menolak) dan kemudian mau bekerja sama dalam bisnis restoran yang sukses luar biasa.   

Sosok Mike Tyson sebenarnya tidak terlalu ideal untuk menjadi seorang juara dunia tinju kelas berat sejati.  Tubuhnya relatif pendek, dan jangkauan tangannya juga terbatas.  Tapi nasib mempertemukannya dengan Gus d’Amato, pelatih tinju luar biasa yang mampu memoles dirinya menjadi momok mengerikan di atas ring.  Kebetulankah pertemuan Mike Tyson dengan Gus?  

Bill Gates, tidak akan menjadi orang terkaya di dunia seperti sekarang, andaikata ia tidak kejatuhan “order buangan” dari IBM yang panik dikejar deadline  karena ordernya ditolak oleh perusahaan software Data General. Seperti diketahui, Data General adalah nominasi yang ditunjuk IBM untuk membuat sistem operasi PC, namun ternyata bos perusahaan ini menyatakan tidak berminat dalam bisnis komputer pribadi.  Lagi-lagi sebuah kebetulan ternyata menciptakan keberuntungan bagi seorang figur sukses. 

Ray Krock berhasil menjadi super sukses dengan jalan menguasai rangkaian restoran hamburger “McDonalds”.  Bagaimana mungkin?  Mungkin saja, karena dalam pertemuannya dengan pemilik asli McD, dua bersaudara Maurice dan Richard McDonalds ternyata rela menjual restoran-restoran yang telah menjadi mesin uang bagi mereka selama 30 tahun, kepada Ray.  Luar biasa bukan? Meski secara logika kejadian ini sungguh tidak logis, tapi alam sudah menentukan itu sebagai faktor keberuntungan bagi Ray Krock. 

Nah, kita sudah melihat bahwa keberhasilan para tokoh sukses yang selama ini menjadi idola kita, yang kita jadikan model-model kesuksesan, yang kita ingin tiru sepak terjangnya, semangatnya, motivasinya, leadershipnya bahkan gerak-geriknya, ternyata semua itu bisa terjadi hanya karena 1 (satu) faktor saja, yaitu KEBERUNTUNGAN! ! 

Inilah berita buruk bagi kita semua, para pengejar kesuksesan!  Sia-sia rasanya kalau selama ini kita begitu rajin dan antusias membaca buku atau mengikuti berbagai seminar motivasi, leadership, seminar tentang bagaimana menjadi kaya, revolusi keuangan, revolusi sukses, public speaking, kewirausahaan/entrepreneurship, NLP, gelombang otak, hipnotisme, magnetisme, keikhlasan dan hati nurani, Law Of Attraction, The Secret, Cashflow Game atau Seven Habit, karena nyatanya, kunci sukses itu cuma 1 hal sederhana, yaitu sekali lagi: KEBERUNTUNGAN! ! 

Apakah ini berarti mengharap kesuksesan melalui seminar, melalui buku atau media lainnya menjadi “jauh panggang dari api”? 

Dear all, saya harap jangan patah arang dulu …  Mungkin Anda masih ingat kata-kata: “Tidak ada yang kebetulan di dunia ini..” ?  Lalu, kalau tidak ada yang kebetulan, bagaimana mekanismenya hingga “sang kebetulan” itu bisa terjadi? 

Tulisan ini akan saya lanjutkan pada bagian 2, di mana saya akan coba membahas soal “Hukum Sebab dan Akibat” (HSA) dengan harapan dapat memberi inspirasi tentang bagaimana peristiwa-peristiwa kebetulan seperti yang dialami AR dan kawan-kawan bisa terjadi.  Untuk diketahui, pemahaman tentang HSA akan memberikan wawasan yang sangat luas dan berguna, di mana kita tidak saja akan mengerti tentang terjadinya sebuah peristiwa baik yang kebetulan mau pun yang tidak, tapi juga membuka tabir-tabir rahasia kehidupan lainnya seperti  

  1. Bagaimana orang lain yang tidak pernah kita kenal yang tinggal nun jauh di negara lain bisa ikut membantu kesuksesan kita melalui energi positifnya.
  2. Bagaimana kehidupan orang yang tadinya bahagia sejahtera dan aman tenteram mendadak bisa hancur luluh dan sengsara.
  3. Bagaimana seorang calon manajer tahu-tahu dibatalkan promosinya.
  4. Betapa seorang sheik kaya raya dari Arab Saudi tanpa disangka bisa mengangkat anak seorang room boy hotel berbintang tempat ia menginap di Jakarta
  5. Bahwa Law Of Attraction hanya merupakan sub-sistem dari HSA
  6. Apa hubungan kesuksesan atau keterpurukan dengan KARMA
  7. Bahwa motivasi tanpa leadership akan menyebabkan orang tersesat jauh dari titik kesuksesan.
  8. Bahwa leadership akan menuntun seseorang yang “motivated” ke arah kesuksesan, namun tanpa pemahaman akan HSA kesuksesan itu akan selalu luput.
  9. Bagaimana mekanisme yang menjadikan seseorang sukses luar biasa, sehingga seakan-akan bisa menguasai dunia dengan kekuatan kekuasaan serta uang.
  10. Bahwa untuk kita yang ingin memastikan kesuksesannya harus memahami serta memiliki kendali atas “Hukum Sebab Akibat”. Mungkinkah? 

Nah, dear all, mohon komentar Anda atas issue ini..

Salam sukses! 

Rusman Hakim

Pengamat Kewirausahaan

Profec’s Entrepreneurial Leadership Center

Sumber : www.yukbisnis.com

KEPEPET VS IMING-IMING

Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi. Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai ‘iming-iming’ untuk menggerakkan audiens. “Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? atau bahkan kapal pesiar?” Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat.

Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus. “Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!” kata managernya. “Gimana, semangat?” lanjut manager berinteraksi. “Semagaat..ngat. .ngat!” sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager bertanya,”Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?”. “Enggak kok Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak”. Setelah 3 bulan masa ‘iming-iming’ tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya,”Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya PECAT!”. Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol. “Trus anak istriku makan apa?” pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui. Itulah yang disebut The Power of Kepepet.

97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena iming-iming. Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa “Kondisi Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia!”. Banyak perusahaan mengkampanyekan Visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? “Emang gua pikirin!”. Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment. John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan “Establishing Sense of Urgentcy” adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis, membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan “VISI”.

“Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak untuk berubah”

Jadi analisa kembali kehidupan Anda sekarang ini. Jika Anda tidak mengubahnya, rasa sakit atau kerugian apa yang akan Anda dapatkan dimasa mendatang. Saran saya, jika Anda berada di zona yang sangat nyaman untuk tidak berubah (tidak melihat ancaman), ciptakan sedikit trigger (challenge) misalnya berupa penambahan investasi rumah. Jangan beli rumah yang sesuai dengan kemampuan bayar Anda, tapi ‘sedikit lebih’ dari kemampuan Anda sekarang. Nah, dengan begitu Anda mau nggak mau dipaksa untuk mencari penghasilan tambahan atau mengurangi porsi pengeluaran yang tidak penting. Langkah kedua baru pikirkan nilai investasi itu 5 sampai 10 tahun mendatang, mungkin bisa sebagai solusi pembiayaan uang sekolah anak Anda kelak. Dengan meletakkan porsi dan posisi The Power of Kepepet dan Iming-iming secara tepat, InsyaAllah kita akan selalu termotivasi. FIGHT!

Jaya Setiabudi

Pendiri Entrepreneur Association

Coach Entrepreneur Camp

Sumber : http://www.perencanakeuangan.com

RAGAM INVESTASI SYARIAH
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Majalah ALIA

Pada edisi yang lalu kita sudah membahas pentingnya memperhatikan masalah keuangan agar tetap berada dalam rambu syariah. Kita juga sudah sedikit membahas unsur-unsur apa saja yang harus dihindari karena tidak halal dalam sebuah produk keuangan.

Menggunakan produk keuangan, di jaman seperti ini rasanya sudah tidak mungkin dihindari. Perbankan, selain digunakan untuk mempermudah transaksi juga dapat digunakan sebagai sarana investasi. Asuransi juga sekarang memiliki peran sebagai alat investasi berbarengan dengan fungsi utamanya untuk memberikan proteksi.

Tidak puas dengan hanya investasi di perbankan dan asuransi, masyarakat juga mulai banyak melirik reksa dana sebagai alternatif yang memberikan hasil lebih baik. Pendeknya, produk keuangan sekarang bukan lagi suatu hal yang baru. Malah sudah menjadi suatu kebutuhan untuk hampir semua orang.

Lalu bagaimana dengan banyaknya produk keuangan yang ternyata “rawan” sekali mengandung unsur-unsur yang tidak halal? Perbankan misalnya, tentunya sangat kental sekali dengan unsur bunga yang bisa dikategorikan sebagai riba. Belum lagi dengan asuransi. Sudah banyak dipahami bahwa asuransi sering diasosiasokan dengan judi atau maysir dan gharar atau ketidakjelasan. Dan kalau ditelisik lebih jauh lagi, ternyata asuransi juga tidak terlepas dari praktek riba karena memiliki unsur investasi yang berbunga. Begitu juga dengan reksa dana, walaupun secara sederhana reksa dana dapat dianalogikan seperti kegiatan bagi hasil diantara para investor dengan manajer investasinya, tapi alokasi investasinya rupanya juga tidak terhindar dari unsur riba. Lalu bagaimana masyarakat muslim akan memanfaatkan produk keuangan untuk kebaikan mereka kalau ternyata banyak sekali ditemukan unsur yang tidak halal dalam berbagai produk keuangan tersebut?

Perbankan Syariah

Sebenarnya umat muslim tidak perlu khawatir, karena jauh sebelum MUI secara resmi memfatwakan bahwa bunga bank itu haram, sudah ada alternatif untuk ummat Islam. Sejak 12 tahun yang lalu, bank syariah pertama di Indonesia sudah beroperasi tanpa menggunakan bunga. Dan kini sudah ada 3 bank umum syariah dan lebih dari 10 bank konvensional yang buka cabang khusus syariah.

Tabel berikut ini adalah daftar bank syariah yang bisa digunakan oleh umat Islam tanpa harus was-was dengan riba.

Bank Umum Syariah

Unit Usaha Syariah

Bank Muamalat Indonesia
Bank Syariah Mandiri
Bank Syariah Indonesia

BNI Syariah
BRI Syariah
BII Syariah Platinum
Bank Bukopin Syariah
Bank IFI Syariah
Bank Danamon Syariah
Bank Jabar Syariah
Bank DKI Syariah
HSBC Syariah

Lalu apa bedanya antara bank syariah dan bank konvensional yang selama ini sudah dikenal? Yang paling jelas, adalah tidak adanya bunga pada bank syariah. Nasabah yang menabung di bank syariah tidak akan diberikan keuntungan bunga melainkan berupa bagi hasil.

Bagi hasil tentu saja berbeda dengan bunga. Pada sistem bunga, nasabah akan mendapatkan hasil yang sudah pasti berupa prosentase tertentu dari saldo yang disimpannya di bank tersebut. Berapapun keuntungan usaha pihak bank, nasabah akan mendapatkan hasil yang sudah pasti.

Sedangkan pada sistem bagi hasil, tidak seperti itu. Bagi hasil dihitung dari hasil usaha pihak bank dalam mengelola uang nasabah. Bank dan nasabah membuat perjanjian bagi hasil berupa prosentase tertentu untuk nasabah dan untuk bank, perbandingan ini disebut nisbah. Misalnya, 60% keuntungan untuk nasabah dan 40% keuntungan untuk bank.

Dengan sistem ini, nasabah dan bank memang tidak bisa mengetahui berapa hasil yang pastinya akan mereka terima. Karena bagi hasil baru akan dibagikan kalau hasil usahanya sudah bisa ditentukan pada akhir periode. Tapi dengan sistem bagi hasil, nasabah dan bank akan membagi keuntungan secara lebih adil daripada sistem bunga. Karena kedua belah pihak selalu membagi adil sesuai nisbah berapapun hasilnya.

Asuransi Syariah

Lalu bagaimana dengan asuransi? Masyarakat muslim sekarang sangat memerlukan asuransi untuk melindungi harta dan keluarga mereka dari akibat musibah. Sebuah keluarga yang hanya mengandalkan pemasukan dari kepala keluarga saja tentunya akan sangat terganggu sekali kondisi keuangannya kalau suatu musibah terjadi padanya. Anak dan istri yang ditinggalkan belum tentu dapat memenuhi sendiri kebutuhan hidupnya sementara lembaga amil zakat belum bisa secara optimal dan menyeluruh berperan sebagai solusi.

Bukan cuma resiko musibah terhadap jiwa, asuransi juga sangat dibutuhkan oleh sektor usaha. Usaha yang sudah maju dan menguntungkan mungkin bisa bangkrut dalam seketika ketika kebakaran melanda tempat usahanya.

Keluarga yang terlantar ditinggal pemberi nafkah, dan usaha yang bangkrut karena kebakaran sebenarnya tak perlu terjadi kalau saja ada perlindungan dari asuransi. Asuransi memang tidak bisa mencegah musibah, tapi setidaknya bisa menanggulangi akibat keuangan yang terjadi.

Lalu bagaimana umat Islam bisa menggunakan asuransi kalau ternyata produk asuransi mengandung banyak unsur ketidakhalalan?

Walau belum terlalu banyak dikenal seperti halnya bank syariah, jumlah perusahaan asuransi syariah tidak kalah banyak dengan bank syariah. Saat ini saja sudah ada 2 perusahaan asuransi murni syariah dan sekitar 10 perusahaan asuransi konvensional yang punya cabang khusus syariah.

Berikut ini adalah daftar perusahaan asuransi syariah dan perusahaan asuransi konvensional yang punya cabang khusus syariah.

Asuransi Syariah

Asuransi Konvensional
Dengan Cabang Khusus Syariah

Asuransi Takaful Keluarga
Asuransi Takaful Umum
Asuransi Mubarokah

Asuransi Great Eastern
Asuransi Bumiputera
Asuransi Bringin Jiwa Sejahtera
Asuransi BSAM Syariah
Asuransi Tripakarta
MAA Life
MAA General
Asuransi Jasindo
Asuransi Binagriya
Asuransi Bumida

Perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional mungkin tidak terlalu kentara, karena secara teknis prosedur hampir mirip dengan asuransi konvesnional. Tapi ada satu hal mendasar yang membedakannya yaitu perjanjian transaksinya.

Pada asuransi konvensional, nasabah membeli perlindungan atau jaminan dari perusahaan asuransi. Sedangkan pada asuransi syariah, perjanjiannya adalah para nasabah mengikat diri dalam suatu komunitas dan saling menanggung jika terjadi musibah.

Tentu saja perjanjian yang berbeda ini akan menimbulkan konsekuensi yang berbeda pula. Diantaranya adalah masalah kepemilikan uang premi. Pada asuransi konvensional, karena transaksinya adalah jual beli maka premi yang sudah dibayarkan sepenuhnya menjadi milik perusahaan asuransi.

Sedangkan pada asuransi syariah, premi yang dibayar nasabah tetap menjadi milik nasabah yang diamanahkan kepada perusahaan asuransi syariah untuk dikelola dan dikembangkan dananya.

Permasalahan asuransi tidak berhenti hanya pada transaksinya, melainkan juga pada investasinya. Karena sebagian besar asuransi yang dibeli masyarakat justru yang asuransi yang mengandung investasi (asuransi dwiguna). Selama ini, asuransi konvensional menginvetasikan dana yang didapatnya tanpa mempertimbangkan lagi faktor halal-haram. Tentunya ini menjadikan uang hasil investasi yang diterima nasabah juga menjadi tidak terjaga kehalalannya.

Ini juga yang menjadi salah satu perbedaan lagi dari asuransi syariah. Investasi pada asuransi syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah yang memastikan bahwa semua mekanisme asuransi dan alokasi investasinya tidak bertentangan dengan hukum syariah.

Reksa Dana Syariah

Dan berbicara masalah investasi, ada satu lagi produk investasi yang sudah menyesuaikan diri dengan aturan-aturan syariah yaitu reksa dana. Produk investasi ini bisa menjadi alternatif yang baik untuk menggantikan produk perbankan yang pada saat ini dirasakan memberikan hasil yang relatif kecil.

Mekanisme investasi reksa dana sebenarnya mirip dengan investasi bagi hasil. Para investor dan manajer investasi “patungan” untuk melakukan investasi kedalam berbagai produk investasi yang memerlukan modal yang besar. Sedangkan keputusan untuk melakukan investasinya dipegang sepenuhnya oleh manajer investasi yang lebih ahli dan berpengalaman. Selanjutnya, hasil keuntungan investasi tersebut dibagihasilkan diantara para investor dan manajer investasi sesuai dengan proporsi modal yang dimiliki.

Mekanisme bagi hasilnya memang sesuai dengan aturan syariah, namun yang jadi masalah adalah langkah investasi yang dilakukan manajer investasi dilakukan dengan bebas tanpa batasan aturan syariah. Untuk itulah diciptakan produk reksa dana syariah dimana keputusan investasi yang dilakukan oleh manajer investasi dilakukan dalam batasan-batasan rambu syariah. Dengan cara ini, hasil investasi yang dibagikan kepada para investor menjadi bersih dari riba dan unsur yang tidak halal lainnya. Walaupun produk reksa dana syariah masih terbatas jumlahnya, namun bisa menjadi alternatif yang baik bagi umat muslim yang ingin mendapatkan hasil investasi yang halal.

Nama Reksa Dana

Manager Investasi
Pengelola Reksa Dana

Danareksa Syariah Berimbang
Dana PNM Syariah
Rifan Syariah
Batasa Syariah

Danareksa
Permodalan Nasional Madani (PNM)
Rifan Financindo
Batasa Capital

Sumber : milis Yahoo

 

Serangan Jantung dan kebiasaan Minum Air Panas / hangat….Artikel ini berguna untuk semua.
Bukan saja anjuran meminum air panas selepas makan, tetapi berhubungan dengan SERANGAN JANTUNG!!!!.
Secara logik…, mungkin ada kebenarannya. . Orang-orang China dan Jepang mengamalkan minum teh panas sewaktu makan… dan bukannya air ES. Mungkin sudah tiba masanya kita meniru kebiasaan minum air panas / hangat
sewaktu menikmati hidangan!!!!

Kita tidak akan kehilangan apa-apa… malah
akan mendapat faedah dari kebiasaan ini.

Kepada siapa yang suka minum air ES, artikel ini sesuai untuk anda baca. Memang enak dan segar minum air ES selepas makan, tetapi akan berakibat fatal !!
Walaubagaimanapun, Air ES akan membekukan makanan berminyak
yang baru kita makan. Ia akan melambatkan proses pencernaan kita.
Bila lemak-lemak ini terbentuk di dalam usus, ia akan menyempitkan banyak saluran dan lama kelamaan ia akan menyebabkan lemak berkumpul dan kita semakin gemuk dan menuju ke arah mendapat berbagai PENYAKIT.
Jalan terbaik…adalah untuk minum sup panas atau air PANAS/hangat selepas makan.

:Nota penting tentang SERANGAN JANTUNG!!!

Anda perlu tahu bahwa tanda-tanda serangan jantung akan mulai terasa pada tangan sebelah kiri.
Berhati-hati juga pada permulaan sakit sedikit-sedikit pada bagian atas dada anda.
Anda mungkin tidak akan mengalami sakit dada pada
serangan pertama serangan jantung.
Keletihan dan berkeringat adalah tanda-tanda pada umumnya. Malah 60% pengidap SAKIT JANTUNG tidak bangun selepas tidur.
Marilah kita berwaspada dan berhati-hati.
Lebih banyak kita tahu, lebih cerah peluang kita untuk terus hidup…
PAKAR SAKIT JANTUNG berkata, jika semua orang yang mendapat e-mail/cetakan ini dapat menghantar kepada 10 orang yang lain, beliau yakin akan dapat menyelamatkan satu nyawa.
Baca ini…. ia juga mungkin dapat menyelamatkan nyawa anda!!!!.

**Jadilah teman yang setia dan teruskan menghantar artikel ini kepada teman-teman yang anda sayangi….. !!!!

 

Seorang teman pernah bertanya kepada saya, “Pengen bisnis ga Ra?”

Saya jawab, “Mau sih tapi……bisnis apa? terus Modalnya?” Saat itu saya memang sedang pusing sama masalah keuangan. Pasalnya gaji saya sebagai karyawan saya rasakan jauh dari kata  “cukup” untuk hidup di Jakarta, pasti tekor tiap bulan, apalagi nabung? hiks.. :(

Teman saya ini bilang, “Ada kok bisnis yang nyaris tanpa modal, cukup kurangi jajan kamu sebulan ini”. “Anggap saja jajan kamu sehari 10 ribu, coba kamu pangkas jadi 5 ribu sanggup ga?” katanya. Belum sempat saya jawab, dia samber lagi, “Gimana kalau 8 ribu? Jadi kamu cukup saving 2 ribu saja sehari?”. Saya jawab, “Kalo segitu sanggup deh, tapi bisnis apa? Keuntungannya pasti kecil”. “Ya keuntungannya memang kecil, tapi kalo kamu disiplin mengelolanya, aku jamin dalam 2 atau 3 bulan kedepam kamu sudah dapat merasakan keuntungannya” jawan teman saya. 

Mendengar jawaban teman saya yang begitu optimis, saya jadi tertarik. Saya sanggupi tantangan bisnis teman saya itu. Kebetulan saat itu saya habis gajian, langsung saya ambil 60 ribu dan saya bilang “Ini modalnya, mana bisnisnya?” Teman saya itu bukannya menjawab pertanyaan saya, sambil tersenyum dia malah mengeluarkan Handphone dan menulis sms. Beberapa saat kemudian handphone saya berbunyi tansa ada sms masuk. Saya baca isinya berbunyi “Nomor ini berhasil didaftarkan oleh Agus dengan no 0856********** dengan pin 1234. Utk ubah PIN, gunakan format: P.PINLAMA.PINBARU” “.

“Gimana?” kata teman saya. “Tetep ga ngerti” jawab saya. Kemudian teman saya menjelaskan bahwa saya telah didaftar kan sebagai agen pulsa elektrik. Saya bisa melakukan isi ulang pulsa pra bayar ke handphone orang lain, ke semua operator dengan menggunakan handphone saya, cukup dengan sms. Uang 60 ribu yang saya ambil dari uang jajan saya itu dijadikan sebagai deposit untuk mengisi pulsa. Teman saya juga memberikan selembar kertas yang isinya petunjuk cara sms, nomor sms center, serta harga dasar pulsa untuk agen. saya bisa menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi, sesuai dengan harga pasar di lingkungan saya.

Mendengar penjelasan dari teman saya itu saya jadi mengerti bisnis yang dimaksud. Tapi bagaimana memulainya?

Rupanya teman saya ini sudah mempersiapkan betul-betul jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya. “Kamu kan karyawan, kenapa ga kamu tawarkan ke teman2 kerja kamu?” katanya. “Kamu juga bisa tawarkan ke tetangga2 kamu, aku yakin mereka akan senang karena ga perlu jalan jauh2 cari konter” tambahnya. “Iya juga ya” pikir saya, kenapa ga pernah terpikirkan sebelumnya. Saya selalu berfikir untuk membuka usaha pengisian pulsa elektrik kita harus memiliki tempat untuk membuka konter, memiliki etalase-etalase, menunggu orang-orang datang ke kios kita untuk mengisi pulsa. KEnapa tidak kita datangi mereka dan kita tawarkan jasa kita?

Hari pertama setelah teman saya menawarkan bisnis ini, saya langsung buat promosi murah-meriah kepada teman-teman kerja dan tetangga. Selain saya tawarkan langsung, saya juga buat semacam selebaran yang saya tempel di papan pengumuman di tempat kerja saya, dan di pintu kontrakan saya he..he..he :) langsung semangat 45 deh pokoknya.

Hari kedua belum ada satupun teman atau tetangga yang minta diisikan pulsa. Hari ketigapun sama. Saya hampir menyerah dan putus asa. Namun pada hari ketiga sekitar pukul 11 malam, pintu kontrakan saya ada yang mengetuk. Ternyata tetangga saya, “Aduh maaf ya Ra mengganggu” katanya. “Ah ga apa2 Bu, saya masih nonton tv kok” jawab saya. “Katanya jual pulsa ya? tolong isikan 10 ribu ke hp saya ya!” katanya. Langsung dengan penuh semangat saya iyakan. Karena Ibu itu klangganan pertama saya, saya kasih harga spesial yang harusnya 12 ribu saya cuma minta 11 ribu, aduh senangnya. Saya benar-benar senang malam itu, udah bisa bantu tetangga yang memerlukan bantuan, ternyata itu adalah titik awal dari bisnis saya.

Mulai hari ke empat saya merasa pintu rezeki telah dibukakan untuk saya. Teman-teman kantor, tetangga, ada saja yang minta diisikan pulsa. Hari itu deposit saya yang 60 ribu itu habis dalam waktu ga lebih dari satu jam buat ngisi hp 3 orang teman kerja dan 2 orang tetangga (termasuk ibu yg pertama). Dengan keuntungan rata2 Rp.1500,- deposit saya yg 60 ribu itu kini telah menjadi uang cash 60 rb lagi dengan saldo deposit sekitar 8 ribu . Saya pun langsung sms teman saya untuk mengisikan lagi deposit saya sebesar 60 ribu lagi karena sudah ada yang minta diisikan lagi padahal deposit saya sudah habis.

Saya memang sangat disiplin mengelola modal saya. Saya bertekad tidak akan mengambil keuntungan dari penjualan pulsa saya sampai modal saya cukup untuk mengembangkan usaha ini.

Berikut adalah ilustrasi dari pengelolaan bisnis pengisian pulsa saya:

Modal :

Deposit Rp 60.000,-

Pulsa HP Rp 10.000,- (dengan harga sms Rp.100,- bisa buat sms 100 kali :) )

Transaksi :

1. Isi Hp Mentari 10 rb —–>modal Rp 10.400,- jual Rp 12.000,- untung Rp 1.600,-

2. Isi Hp XL 10 rb———> modal Rp 10.200,- jual Rp 12.000,- untung Rp 1.800,-

3. Isi Hp Felxi 10 rb——–> modal Rp 10.150,- jual Rp 12.000,- untung Rp 1.850,-

4. Isi Hp StarOne 10 rb——> modal Rp 10.300,- jial Rp 12.000,- untung Rp 1.700,-

5. Isi HP Esia 10 rb——> modal Rp 10.500,- jual Rp 12.000,- untung Rp 1.500,-

5. Total nilai transaksi Rp 60.000,- dengan saldo deposit sebesar Rp 8.450,- (ini keuntungan saya)

6. Uang hasil penjualan pulsa saya masukkan lagi sebagai deposit, begitu seterusnya.

7. Saya hanya melayani pengisian dengan nominal kecil untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, dan ini sejalan dengan budaya masyarakat kecil yang hobinya mengisi pulsa secara “eceran” he..he..he

Pada tahap awal nilai transaksi saya setiap harinya bisa mencapai Rp 150.000,- dengan hanya melayani teman kerja dan tetangga, saat ini (tepat 3 bulan) seperti yang dikatakan teman saya, nilai transaksi saya sudah mencapai Rp 400.000,- perharinya dan Alhamdulillah saya sudah dapat menikmati keuntungannya (setidaknya sudah tidak tekor lagi tiap bulan).

Ingin bisnis tapi tak ada modal?

Ingin bisnis dengan modal dan resiko sekecil-kecilnya?

Berminat mengikuti jejak saya?

Merasa tertantang mengelola bisnis “recehan”?

Bagi yang berminat boleh kirim nama, e-mail, dan no. hp yang akan digunakan mengisi pulsa pada comment (untuk privasi comment tidak akan ditampilkan).

Bisa juga kirim e-mail ke keira_ctx@yahoo.co.id (saya tidakakan memperdagangkan e-mail anda dan saya juga 100% pembenci SPAM dan SCAM)

Anda juga bisa kirimkan nama dan alamat e-mail anda melalui SMS di nomor 085880979611/ 08567088517.

Cukup dengan satu chip (GMS/CDMA) bisa untuk semua operator. 

Pendaftaran GRATIS!!!! 

Nama dan Ho. Hp anda akan didaftarkan sebagai agen, alamat e-mail anda akan digunakan untuk mengirimkan manual dan daftar harga dasar pulsa.

Pertanyaan bisa melalui comment, e-mail, atau sms no.hp diatas.

Salam Sukses

Keira Suprayitno

Sumber : www.bundainbiz.com

Kiat buka konter selular plus servis handphone

Jumlah pengguna handphone (hp) atau telepon genggam terus saja bertambah. Kebanyakan dari pengguna ini memakai kartu prabayar, dan memerlukan pengisian pulsa. Nah, seiring pertumbuhan pengguna hp ini, konter selular alias tempat pengisian pulsa juga terus bermunculan. Mengapa Anda tidak menjadi salah satunya? Ternyata gak susah kok membuka konter selular plus servis hp.Jumlah pelanggan selular di Indonesia sepanjang 2006 ini saja sudah 60 juta orang, kalau pengguna di dunia ada 1,5 miliar orang! Sedangkan di tahun 2007 diperkirakan ada 75 juta orang dan 2008 ada 100 juta orang sedangkan pengguna didunia ada 2 miliar orang.

Demikian pemaparan Sudanang Dananjaya, pendiri Lembaga Pendidikan Teknologi Terapan Indonesia (LPTTI) dalam workshop praktis yang diselenggarakan Tabloid Bisnis Uang dengan tema ‘Kiat buka counter selular plus service handphone’ di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Sabtu (18/2).

Voucher isi ulang

Menangkap peluang bisnis dari perkembangan jumlah pelanggan selular adalah hal mudah, itu bagi orang yang memang jeli. Menurut Sudanang, bisnis pulsa/voucher hp di Yogyakarta saja setahunnya mencapai satu triliun rupiah!

Penjual voucher hp pun sudah merambah hingga ke perumahan-perumahan, bukan lagi hanya di mall, pertokoan, pusat perbelanjaan saja. Apa penyebab mewabahnya penjual voucher? Menurut Masbukhin Pradhana, pemilik 5 konter selular dan pengajar di Enterpreneur University, keterbukaan akses penjualan voucher dan merebaknya outlet grosir sampai ke daerahlah penyebab makin merebaknya bisnis ini. Tidak bisa dipungkiri, bertambahnya jumlah pemakai handphone pun ikut menyuburkan bisnis ini.
Jenis voucher

Ada beberapa jenis voucher isi ulang, ada yang berbentuk kartu, ada yang berbentuk print out di selembar kertas dan ada yang berupa elektrik. Menurut Masbukhin, voucher fisik (yang menggunakan kartu) biasanya bernilai nominal lebih besar. Dengan memperhitungkan ongkos cetak, tentu kurang ekonomis kalau membuat kartu dengan bernilai kecil.

Perbedaan harga meski kecil sekalipun, misalnya Rp1.000 saja mempengaruhi niat pembeli. Untuk mensiasati agar harga voucher semurah-murahnya dengan nominal kecil, misalnya pulsa Rp25.000 disiasati dengan dimunculkannya e-pay dan elektrik.

Masbukhin menambahkan, harga voucher elektrik dan e-pay bila dibandingkan dengan voucher fisik biasanya relatif lebih murah. Penjual pun senang menjualnya karena dengan modal kecil, untung penjualan voucher bisa sama dengan yang nominalnya besar.
Adapun jenis-jenis voucher sebagai berikut:

 

1.       Voucher fisik. Voucher ini dicetak khusus dengan nomer seri dan nomer
sandi/kode/password sesuai besaran pulsa.
Voucher ini biasanya bernilai nominal mulai Rp25 ribu.

2.       Voucher e-pay (electronic payment). Voucher ini berbentuk kertas dan dikeluarkan oleh operator tertentu seperti Mentari, IM3, Fren, Flexy, dan lainnya. Nilai nominal voucher e-pay ini biasanya bilangan kecil antara 5 ribu s/d 25 ribu. Voucher ini hanya berupa kertas yang dicetak/print, dilengkapi nomer seri dan nomer kodenya terbuka. Untuk membeli voucher ini memang harus berhati-hati karena kodenya yang tidak ditutup, sehingga memungkinkan orang-orang yang tidak dikehendaki mengintipnya.

3.       Voucher Elektrik. Voucher ini tidak berbentuk kartu atau kertas. Voucher ini hanya berupa pengaktifan kode elektonik yang hanya bisa dilakukan oleh perangkat elektronik telekomunikasi dengan bantuan server. Voucher elektrik ini pada akhirnya bisa dipakai dalam berbagai bentuk bisnis seperti kerjasama dengan perbankan dan pembeliannya lewat ATM. Bisa juga bentuk pulsa ini dipakai bisnis MLM voucher.

Mulailah berbisnis

Kalau sudah punya ide dan kemauan untuk berbisnis, mulailah dari tahap paling kecil sekalipun. Menurut Masbukhin, ada beberapa tahap persiapan yang mesti dilakukan sebelum membuka konter selular, diantaranya:

1.      Mengenali produk yang akan dijual

Produknya apa saja dibidang selular? Pertama itu voucher (isi ulang) dan sudah menjadi makanan pokok pengguna hp. Kedua, handphone bisa baru atau seken. Ketiga aksesoris bisa casing, gantungan, sarung, lampu atau seputar aksesoris lainnya. Keempat, ringtone atau download gambar. Kelima, servis. Ini sangat penting untuk layanan purna jual, kalau orang beli hp dari kita.

2.      Pemilihan lokasi

Lokasi bisa dilakukan di mall, toko pinggir jalan, atau bahkan di rumah sendiri.

3.      Harga dan papan harga

Papan harga memang menjadi daya tarik pembeli untuk melihat outlet kita.
Kalau dirasa harga yang dipasang lebih rendah atau relatih murah, maka dijamin pembeli mau mampir. Sebenarnya rata margin penjualan voucher fisik eceran ini antara seribu sampai tiga ribu rupiah saja. Rata-rata marginnya 2 ribu rupiah per voucher. Untuk daerah perumahan yang jarang pesaing atau daerah yang jauh dari distribusi voucher, kita bisa mengambil keuntungan 3 ribu.

4.      Spanduk
Spanduk, umbul-umbul dan pajangan merupakan daya tarik pembeli.

5.      Supplier

Bila tempat sudah ditentukan, pertanyaan yang cukup penting adalah dimanakah memperoleh voucher? Carilah diler atau grosir, bisa Anda temukan di mall-mall.

6.      Modal
Keperluan modal ditentukan oleh seberapa besar outlet Anda.
Untuk ukuran sedang, modal berjalan bisa berkisar 5 sampai 10 juta. Namun untuk memulai, modal berjalan 1 sampai 3 juta sudah cukup. Diluar modal berjalan, masih diperlukan modal lain untuk melengkapi toko.

7.       Etalase
Ukuran etalase harus disesuaikan dengan lebar kios atau design outlet kita. Ukuran yang standard sekitar 1,5 meter. Bisa didapatkan di took kaca atau alumunium.

8.      Aksesoris

 Harga aksesoris selular grosir sangatlah murah.

Dengan modal 300 ribuan kita sudah bisa membuat sebuah etalase penuh dengan aksesoris. Memang kebutuhan konsumen akan aksesoris tidaklah sebesar voucher, namun bila laku, untungnya pun lumayan.
 

 

Tips cara murah untuk membuka konter selular ala Masbukhin.

1.      Gunakan rumah tinggal untuk mulai buka usaha

2.      Karyakan orang dirumah, misalnya istri untuk menjaga konter (jadi gak perlu bayar karyawan).

3.      Dengan modal sedikit, pilih konter voucher elektrik. Ada dua jenis, mono produk (hanya satu jenis voucher, misalnya simpati saja) atau multi produk. Untuk multi produk uang muka (deposit) ke grosir minimal Rp300.000 dan sudah bisa mendapat voucher pulsa semua jenis kartu. Selain itu modal hp termasuk hp cdma, misalnya hp frenship seken Rp200.000 jadi dengan modal Rp500 ribu sudah bisa jualan.

4.      Dikantor juga bisa, modelnya jualan ketemen-temen itu juga sudah bisa memulai.

5.      Sering-seringlah hunting ke sentra penjualan hp dan tanyakan harga hp maupun voucher di grosir/agen, biasanya banyak di mall-mall, pertokoan, ITC. Fungsinya untuk mendapatkan harga termurah dan tentunya punya jaringan pertemanan.


“Jadi kalau ada yang beralasan mulai bisnis gak punya modal itu gak masuk akal. Inikan untuk memulai dengan cara yang paling gampang,” kata Masbukhin.
Modal awal Konter selular (estimasi By Sudanang)

 

——————————————————————

1.      Sewa Lahan 1m x 1m 200.000 – 300.000/bln

2.      1 buah etalase (bekas – baru) 500.000 – 1.000.000/ 1x

3.      Honor SDM 600.000/bln

4.      Operasional, transportasi dan adm 200.000/awal

5.      Voucher perdana 500.000/awal

6.      Voucher pulsa (fisik dan elektronik) 1.200.000 – 1.500.000/awal

7.      Aksesoris ponsel 500.000/awal

8.      Peralatan servis dan bahan (persiapan) 200.000/awal

9.      Marketig awal (brosur, hadiah) 50.000/awal

10.  BO system keuangan, panduan, pelatihan 1.500.000/awal

Jumlah Modal Awal ± 6.000.000

 

 

 

Modal Konter + Servis Hp

——————————–

1)      Meja, rak kerja servis dan kursi kerja 700.000

2)      Peralatan servis hardware hp 2.700.000

3)      Peralatan servis software hp 5.800.000

4)      Bahan servis awal 200.000

5)      Administrasi awal 100.000

6)      Aksesoris, sparepart dan operasional awal 500.000

7)      BO system keuangan, panduan, pelatihan 2.000.000

Total modal awal 12.000.000

8)      SDM/bulan 800.000

9)      Listrik/bulan 150.000

10)  Bahan servis habis pakai 150.000

Total pengeluaran bulanan 1.100.000

terima kasih untuk mbak Berliana Elisabeth

n      wartawati Tabloid Bisnis Uang yang telah mengirimkan artikelnya pada BundainBiz ;-)

n      artikel ini juga dimuat di Tabloid Bisnis Uang (grup Bisnis Indonesia)
edisi 41 terbitan tanggal 23 Februari- 8 Maret 2006.

Sumber : www.yukbisnis.com

 

Suatu ketika, ada seorang kawan menanyakan kepada saya, “Jay, ada kawan gak, tukang renovasi rumah orang yang bagus?”. Spontan saya teringat kawan saya yang memang berprofesi desainer interior. Karena bisnis saya tidak berhubungan dengan interior, knapa tidak saya referensikan kawan saya yang ahli. Singkat kata atas referensi tersebut, kawan saya mendapatkan order. Setelah pekerjaan selesai dan mendapat bayaran, dia menelepon saya. Dia mengajak saya keluar dan mengatakan ingin ‘berbagi’ keuntungan. Spontan saya menolak dan mengatakan, “Gak usah deh, buat kamu aja, ngapain bagi sama aku”. Dia jawab,”Lho kan atas referensi kamu, seharusnya kamu dapat dong!” Saya balik nanya,”Kenapa harus dapat?” dan seterusnya.Give and Take
Mungkin anda berfikir, kan sudah selayaknya saya ‘mengambil’ porsi saya. Istilahnya, karena saya sudah “give”, ya pantas kalo saya “take”. Yuk kita analisa. Saya berbicara dalam konteks referensi selain bisnis yang tidak berhubungan dengan bisnis saya. Seandainya saya mengambil ‘komisi’ atas jasa saya dan selalu mengambil porsi tersebut, maka apa yang akan saya pikirkan setiap kali mendapat peluang yang bukan untuk saya? “Take” dengan cara “Give”. Saya sangat yakin hubungan yang kita bangun berdasarkan “bisnis” semata bukan keikhlasan bersaudara, maka tidaklah langgeng. Tidak terjalin ikatan emosional yang kuat. Karena setiap kali kita berbuat sesuatu, kita terlebih dahulu mengharap sesuatu balasan. Saya jadi teringat saat kawan saya menyebut seseorang “Mr.5%”. Karena dia selalu ‘mematok’ 5% sebagai ‘uang dengar’ dari setiap transaksi yang diberikan ke kawannya.

Sepotong Roti
Memang tidak mudah mempraktekkannya di dunia yang sudah telanjur materialistis dan kapitalis. Semuanya dihitung dengan uang. Bahkan ada pepatah yang mengatakan,”Money is relative. The more money you have, the more relatives you have”. Tapi coba bayangkan dan rasakan, jika suatu saat ada seorang kawan, yang baru mengenal anda, tiba-tiba memberikan sepotong roti yang sangat lezat. Apalagi saat itu anda sedang kelaparan. Apa yang anda rasakan? Jika suatu saat anda memiliki ‘kelebihan’ roti, apa yang anda ingat? Saya yakin anda akan teringat seseorang yang pernah memberi anda. Nah, seandainya di dunia ini kita mau saling ‘berbagi roti’, alangkah damainya dunia. Peluang selalu ada dimana-mana, tapi belum tentu berada di tangan anda. Sebaliknya, bisa jadi peluang orang lain sekarang sedang ditangan anda.
Bagaimana jika anda telah banyak memberi tapi jarang diberi? Itu namanya investasi, biarkan bunga-berbunga. Tidak ada yang sia-sia dari setiap amal yang kita berikan. Bukankah itu rejeki yang dijanjikan! Bagi orang-orang yang mau berbagi dengan ikhlas, maka rejekinya akan didatangkan dari mata air yang tak disangka-sangka.

 

Sumber : www.yukbisnis.com

Siapa bilang jadi pengusaha sukar? Sama halnya seperti berenang dan menyetir. Sekali kita bisa, kita tak akan lupa. Masalahnya banyak orang yang belum “tuntas” belajarnya, sudah berhenti dan berkata “Bisnis itu susah, resiko”. Berikut adalah 5 langkah kilat jadi pengusaha, yang sudah terbukti menghasilkan banyak pengusaha sukses. Tanpa banyak teori!

1. Hitung Untungnya

Kenapa kebanyakan orang tidak memiliki keberanian memulai usaha? Survey membuktikan, mayoritas orang menghitung resiko-resiko jika mereka membuka usaha dan kerugian yang akan dialaminya. Mereka mendengarkan kabar angin tentang usaha sejenis milik kenalannya yang bangkrut. Ataupun mereka menghitung BEP (balik modal) yang terlalu lama. Anehnya semua analisa tersebut dibuat oleh mereka sendiri, dihitung sendiri dan ditakuti sendiri. Seperti kawan saya yang akan membuka bengkel ganti oli, dia membuat perencanaan kerja. Tidak ada yang salah dengan perencanaan kerja lho, itu harus. Tapi, dalam perhitungannya dia menggunakan sistim perhitungan maju atau dari awal buka sampai brapa keuntungan yang akan didapat. Apakah anda seperti itu juga? Tidak salah juga. Ternyata setelah dihitung, dengan asumsi jumlah mobil yang ganti oli 20 perhari, tidak mencukupi untuk menutup operasional, seperti sewa tempat gaji, listrik dan sebagainya. Buntutnya, gak jadi usaha!
Coba kalo ngitungnya mundur, “Berapa untung yang anda inginkan?”. Kemudian disusul dengan, “Bagaimana supaya bisa untung segitu?”. Nah, dari situ kita mendapatkan langkah-langkahnya. Yuk, kita ambil contoh usaha bengkel tadi? Berapa tahun BEPnya jika anda hitung maju atau dari belakang? Ternyata 5 tahun. Kok lama ya? Knapa gak dibuat 5 bulan aja? Atau 5 minggu? bahkan 5 hari! Mana mungkin? Coba dibalik, “Bagaimana bisa mungkin?”. Jika kita selalu manghitung ruginya atau untungnya kelamaan, kita jadi tidak termotivasi untuk mulai. Jadi dengan menghitung untungnya lebih cepat, kita akan semangat untuk mulai.
Tapi bagaimana jika tidak seperti yang kita perhitungkan? Maka, ciptakan target atau harapan baru. Toh, jika anda hitung ruginya, juga belum tentu tepat, benar gak? Trus, ngapain nakut-nakutin diri sendiri dengan kerugian?! Kecuali, usaha tersebut bukan usaha yang pertama, maka patut kita rencanakan dengan matang.
Jadi boleh gak mulai usaha dengan banyak menghitung ruginya? Boleh! Hitung ruginya, jika anda tidak mulai usaha secepatnya. Misalnya, gimana jika di PHK sebelum ada usaha? Gimana jika tidak dibuka usahanya, kemudian keburu dibuka orang lain? Gimana kalo ternyata usahanya booming, sedangkan kita gak jadi buka usaha karena banyak ngitung? Rugi kan?
Maka dari itu, jika mau jadi pengusaha, banyaklah berfikir optimis (tapi realistis), banyak hitung untungnya, jangan banyak hitung ruginya.

2. Ciptakan kondisi kepepet

Beberapa orang sukses karena mereka punya visi yang sangat jelas, tapi lebih banyak orang sukses dari kepepet. Memang seperti itu hukumnya. Nenek-nenekpun bisa loncat pagar setinggi 3 meter saat kepepet. Masih ingat saat-saat sekolah dulu? Kita kenal istilah SKS=sistem kebut semalam. Karena besok ujian, otak kita akan kita pacu lebih cerdas. Gimana aktualisasinya dalam bisnis? Anda bisa memberi Dp/uang muka tempat usaha anda kelak. Terima order juga membuat anda terpacu. Ceritakan ke banyak orang tentang usaha yang akan anda buka, beritahu tanggalnya! Sehingga setiap kali ketemu kawan anda, dia akan mengingatkan anda. Resign dari tempat kerja dan full time menjalankan usaha sendiri.
Daya ungkit kepepet berarti membakar jembatan terhadap segala sesuatu kemungkinan untuk mundur. Pokoknya Bagaimana Harus Mulai Usaha Secepatnya!
Target-Rencana-Jerumuskan

3. Mulai dari ATM

Pertanyaan yang paling sering dilontarkan oleh orang yang mau mulai usaha adalah “mulai dari mana?” Misalnya anda sudah memiliki ide usaha, membuka manicure&pedicure(m&p), salon perawatan kaki&kuku yang sekarang lagi tren. Dari mana anda mulai? Dari mana anda biasa berlangganan atau mana salon m&p yang paling terkenal?
Coba AMATI bagaimana mereka menjalankan bisnis. Anda bisa mulai dengan berpura-pura menjadi pelanggan, tanyakan segala macam perawatan yang mereka sediakan. Minta brosur jika ada. Jika memungkinkan, temuin yang punya, karena dialah yang paling tahu detailnya. Siapa saja pelanggan tetapnya? Berapa omsetnya satu bulan? Kenapa dia memutuskan membuka m&p, kok nggak bisnis yang lain? Tulis detail pengamatan anda, jangan hanya disimpan di memori otak. Cara yang lain untuk mendapatkan informasi dengan murah adalah lewat Internet/web. Anda tinggal masuk ke search engine seperti www.google.com atau www.yahoo.com. Sangat mudah sekali, cukup ketik subyek yg ingin anda cari, misal: manicure pedicure. Sekejap mata akan keluar list web yg berhubungan dengan m&p. Saya juga menggunakan cara yang sama untuk mendapatkan info bisnis.
Langkah selanjutnya adalah menyusun rencana bisnis untuk membuka yang m&p serupa. Bisa anda susun dari hasil survey anda, atau juga bisa ‘TIRU’ dari bisnis serupa yang di-franchise-kan, melalui web juga. Jika di hari gini masih bilang ‘gaptek’, ya jangan berharap bisa bertahan bisnisnya. Wong supir saya aja pun bisa main internet. Enaknya kalo bisnis, nyontek itu diijinkan asal tidak berhubungan dengan hak paten.
Langkah terakhir adalah memoles apa yang sudah ada. Menambahkan unsur differensiasi(perbedaan)nya, menambahkan keunggulan produk/servis kita dibanding salon lain. Differensiasi bisa di produknya, misalnya dengan memberi kualitas yang lebih baik, harga terjangkau. Atau di servisnya yang ditambah, misal ada gratis poles kuku 1 kali. Bisa juga di atmosphere(suasananya), dengan menampilkan interior dan seragam yang khas keraton, seolah-olah seperti ‘ratu’ yang sedang dirawat, lengkap dengan aroma terapinya. Gimana kalo udah ada yang melakukan itu? Tinggal tergantung dari kreatifitas kita aja. Kalo yang lain pake baju keraton, tempat kita pake baju Jepang, interiornya juga khas Jepang. So simple! Modifikasi juga bisa dilakukan sambil berjalan. Tidak perlu sempurna saat memulai, tapi menyempurnakan setelah dimulai.
What next? Tinggal dibuka saja usahanya. Sebaik-baik rencana, adalah yang dijalankan, bukan cuman teori. Seperti seorang kawan yang bertanya, “Bagusan mana buka bisnis A atau B?” Saya jawab,”Bagus yang cepat dibuka, bukan cuman ditanyakan!” Kalo anda bimbang memilih bisnis yang cocok, tulis aja di kertas kecil, satu-persatu ide usaha anda. Kemudian gulung & masukan ke kaleng, kocok dan ambil seperti narik arisan. Yang ditarik itu yang cocok untuk anda. Daripada mati penasaran karena tidak pernah mulai, mendingan mulai walau terjatuh. Setidaknya kita belajar sesuatu. Betul apa betul?

4. Pakai Dongkrak

Masih ingat cerita David(Nabi Daud)&Goliath? Dimana David menggunakan katapel untuk menyerang raksasa Goliath. Atau contoh lain, saat ban mobil anda bocor. Anda menggunakan dongkrak untuk mengangkat mobil yang ratusan kilo beratnya. Jika kita menggunakan tenaga kita saja untuk mengangkat mobil, jelas hal yang mustahil. Jadi fungsi dongkrak adalah membuat sesuatu yang berat jadi ringan, sesuatu yang tidak mungkin jadi mungkin. Begitu juga dalam bisnis, kalo mau berkembang cepat, ya pake dongkrak. Misalnya, bagaimana cara menjual donat 10000 buah perhari? Jika kita menjual seorang diri dan hanya mengandalkan orang datang membeli, ya mustahil. Tapi jika kita membentuk armada penjualan, ya jelas memungkinkan terjual.
Dongkrak atau daya ungkit dalam bisnis banyak macamnya. Tapi yang sering kita pakai adalah daya ungkit JARINGAN, daya ungkit UANG orang lain dan daya ungkit MINDSET. Jaringan, bisa berarti karyawan atau jaringan didalam perusahaan kita, bisa juga relasi bisnis. Semakin banyak tim (yang bisa diandalkan), semakin ringanlah tugas kita. Semakin banyak relasi bisnis kita, maka akan semakin cepat bisnis kita berkembang. Kok bisa? Bayangkan seandainya anda membuka usaha kontraktor di suatu kota yang sama sekali baru bagi anda. Tidak ada orang yang anda kenal. Semuanya mulai dari nol. How? Apakah usaha anda akan berkembang pesat? Sukar! Karena langkah pertama, anda harus mencari kenalan dulu (membentuk jaringan). Tapi bagaimana jika anda mengenal (dan dipercaya) oleh 10.000 orang di kota itu? Pasti lebih mudah dan cepat bagi bisnis anda untuk berkembang. Ilustrasinya, peluang itu selalu ada, tapi tidak selalu ditangan kita. Seringkali, peluang terpegang oleh tangan orang lain yang mengenal kita. Mungkin orang itu tidak membutuhkan peluang itu, tapi dia bisa mereferensikan peluang itu masuk ke kantong kita.
Tentu saja semuanya dimulai dari ‘Rekening Kehidupan’ yang kita tanam. Seberapa banyak bibit manfaat yang telah kita sebarkan ke orang lain tanpa pamrih. Sebanyak itulah jaringan kita yang bisa diandalkan.
Daya ungkit Uang orang lain sangat berguna untuk membesarkan usaha kita. Seringkali kita kepentok masalah modal, saat bisnis kita berkembang. Sebenarnya itu tanda-tanda kehidupan bisnis kita. Semua bisnis akan mengalami fase-fase seperti itu, kalo perkembangannya cepat. Masalahnya, kita masih berfikir bahwa bisnis harus pakai uang sendiri atau pemerintah. Ntah kenapa pemerintah selalu kena getahnya saat bisnis kita memerlukan modal. Wong pada saat membuka, pemerintah juga gak maksa. Mungkin jiwa kemandirian atau entrepreneurship itulah yang belum tertanam di bangsa ini. Kenapa tidak menggunakan duit (kerjasama) saudara, mertua, teman ataupun Bank. “Wah, susah pak pinjam di Bank, prosedurnya berbelit! Teman dan saudara juga paling gak mau.” Nah, inilah gunanya daya ungkit yang ketiga, MINDSET ! Jika kita berfikir bisa atau tidak bisa, maka kedua-duanya benar. Jadi mana yang akan kita ‘set’ di otak kita? Selalu berfikir Bisa atau Tidak bisa?

5. Ngeyel dengan Strategi

Inilah jurus PAMUNGKAS dalam dunia usaha. Seperti seorang anak kecil yang belajar berjalan. Dimulai dari merangkak, dia berusaha meniru bagaimana ibu bapanya bisa berdiri, diapun belajar berdiri. Kadang kakinya yang belum ‘terbiasa’ dilatih untuk terbiasa berdiri. Setelah bisa berdiri, selangkah demi selangkah, si anak mulai belajar berjalan. Apakah langsung lancar? Impossible, kecuali bayi ajaib. Nah, apa yang terjadi? Dia mulai terjatuh, tapi dia bangun lagi. Jatuh lagi, bangun lagi. Pertanyaan saya, “Sampai berapa kali seorang ibu/bapak akan memberi kesempatan kepada si anak untuk belajar berjalan, sampai akhirnya menyerah? 5kali, 10kali, 100kali, 1000kali, atau…..? Pasti semua menjawab,”SAMPAI BISA BERJALAN”. Oleh sebab itu kita bisa melihat semua orang normal berjalan di muka bumi ini. Inilah FORMULA AJAIB untuk sukses.
Sekarang, “Berapa kali anda akan memberikan kesempatan kepada diri anda untuk menjadi PENGUSAHA SUKSES, sehingga akhirnya anda menyerah?!”. Dengan analogi yang sama, tentu saja SAMPAI BISA SUKSES! Tentu saja bukan sekedar ‘Ngeyel buta’, tapi NGEYEL dengan strategi. Tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ubah metodenya jika gagal. Cari jalan lain, lurus buntu, belok kanan, belok kiri, loncat keatas, buat terowongan, bahkan jika sudah mentok, ganti usahanya, untuk mengembalikan momentum.
Rejeki adalah suatu misteri, kadang kita mendapatkan di langkah ke 10, kadang kita baru mendapatkan di langkah ke 100. Trus, bagaimana kita mensikapi agar tidak down mental kita? Tetap OPTIMIS, ciptakan harapan-harapan baru, setiap kali kita gagal. Katakan pada diri anda, kurang 10 langkah lagi FINISH. Katakan seperti itu, setiap kali anda akan menyerah. Fokus ke Impian anda, bukan penolakan atau kegagalan! Dan camkan bahwa:
Tidak ada kegagalan, yang ada hanyalah PEMBELAJARAN
Pasti ada celahnya dalam bisnis. Jika seorang pebisnis tidak memiliki masalah, artinya bisnisnya tidak jalan. Masalah bukan untuk ditakuti, tapi dihadapi.

Saya teringat saat-saat saya dalam kondisi minus, saya katakan kepada diri saya, “Jaya, inilah HARGA yang harus kamu bayar untuk menjadi sukses. Jalan terus, tatap ke depan, kesuksesanmu sudah didepan mata. Semua orang sukses mengalami hal yang serupa!” Sambil mengingat orang-orang yang saya cintai.
NEVER, NEVER, NEVER GIVE UP!


FIGHT !!!
Jaya “MasJ” Setiabudi
Provokator Entrepreneur

Assalamu’alaikum wr. wb.

Salam kenal semuanya!!!

Perkenalkan sebelumnya nama saya Keira Maharani Eka Putri Suprayitno, teman-teman memanggil saya Rara. Ada juga sih yang manggil Keira, katanya kaya nama orang Jepang ;-) . Saya sih pengennya buat Brand dari nama saya tersebut. Makanya saya buat singkat jadi Keira Suprayitno, biar kaya “Dian Sastrowardoyo”, atau “Desi Anwar” he..he..he.. Saya tinggal di daerah Cakung Jakarta Timur. Tau PIK kan?  Nah deket-deket situ deh. Kegiatan saya sekarang ini paling banyak di depan komputer, browsingm buka-buka e-mail, belajar nge-blog (baru mulai), ngrecokin temen, latihan nyanyi, pokoknya buanyak bgt deh.

Udah dulu deh kayaknya perkenalannya, semoga blog ini suatu saat nanti bermanfaat bagi saya khususnya, serta bagi para netter pada umumnya, aamiiin.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.